Mar
30
2012
0

Seorang Tukang Sapu Jalanan Melabrak Demonstran

Seorang Tukang Sapu Jalanan Melabrak Demonstran

Koran Kedaulatan Rakyat tertanggal 28 Maret 2012, menyajikan berita yang menurut saya sangat langka di negeri ini. Seorang tukang sapu jalanan di Semarang melabrak para demostran yang mengotori jalan dengan pecahan bekas videotron. Seorang diri, tidak gentar, membela prinsip kebenaran, tidak menggunakan batu, tidak menggunakan bom molotov, tidak merusak namun menjaga lingkungan tempat tugasnya dengan tanggung jawab penuh.

Tukang sapu jalanan? berapa gajinya? seberapa kemampuan akademisnya? inilah rakyat kecil sebenarnya… Mahasiswa? berapa uang kuliahnya? dan seberapa kemampuan akademisnya? mengaku berdemo mewakili rakyat kecil …. Saya jadi ragu, apa benar mahasiswa yang berdemo mewakili aspirasi rakyat kecil? apakah kebrutalan mereka sepadan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil?

Maaf gan, tapi ini realita, pemilik warung dan para pekerja yang mungkin gajinya tidak seberapa, “mengoblok-goblokan” tingkah polah para mahasiswa kita yang berdemo dengan anarkis. Mereka yang menurut saya rakyat kecil ini memang tidak setuju BBM naik, tapi mereka lebih tidak setuju dengan mahasiswa perusak dan pengganggu kepentingan umum.

Hari ini saja, ribuan orang terpaksa mengambil jalan alternatif karena pertigaan IAIN di Jogjakarta diblokir mahasiswa sepanjang siang. Para pengendara ini tampak stres dengan raut muka penuh kejengkelan, letupan amarah disalurkan dalam bunyi klakson yang bersaut-sautan karena kemacetan yang ditimbulkan di jalan alternatif yang sempit.

Lain lagi celotehan di media sosial, banyak orang mengeluh tidak bisa berjualan karena mobilitasnya disabotase oleh demonstran. Banyak teman yang terlambat kuliah karena terhambat demonstrasi yang memblokir jalan-jalan tempat kuliah mereka. Banyak orang tua yang tidak bisa menjemput anak-anaknya yang sekolah tepat waktu seperti hari-hari biasanya.

Cepat atau lambat, konflik horisontal antar masyarakat akan terjadi, antara mahasiswa yang berdemo dengan masyarakat yang merasa terganggu dengan aksi demo tersebut. Saya sungguh tidak tahu apa yang dipikirkan oleh mahasiswa yang berdemo dengan memblokir jalan sepenuhnya. Mereka ingin menyampaikan aspirasi tapi yang mereka bawa adalah batu dan bom molotov. Apakah ini tidak merendahkan derajat otak mereka dan hati mereka?

Saya sangat prihatin pada para mahasiswa yang berdemo dengan anarkis, apa mereka tidak sadar telah menjadi alat parpol dan ditunggangi intelijen negara tetangga untuk membuat negeri ini semakin rusak sehingga menguntungkan negara tersebut. Lihatlah, ketika negara ini kisruh, negara-negara tetangga gencar mengiklankan tempat pariwisata mereka dan juga penawaran investasi di negara mereka.

Sementara itu, hasil-hasil pembangunan di negeri ini yang susah payah didanai oleh pajak rakyat, justru dirusak oleh para mahasiswa yang berdemo. Trotoar dihancurkan, pos keamanan dihancurkan, restoran dihancurkan, rambu-rambu dihancurkan, sepertinya mereka terlalu latah untuk menghancurkan, tanpa tahu bagaimana rasanya membangun.

Saya bukan orang pintar dan jago orasi, saya hanya kasihan dengan tukang sapu yang harus membersihkan batu-batu dan bekas ban yang dibakar di jalan. Hidup mereka tambah sulit jauh hari sebelum bbm naik, hanya karena mahasiswa yang mengaku mewakili rakyat kecil. Mahasiswa, yang katanya punya otak, tapi sayang … mereka harus belajar menggunakan nurani pada seorang tukang sapu … pada rakyat yang paling kecil. Atau .. jangan-jangan sudah terbalik … tukang sapu adalah mahasiswa sesungguhnya, seorang yang mempelajari hidup, yang menerapkan nurani dan tanggung jawabnya untuk mempertahankan kebenaran yang dipelajarinya meski itu pahit.

Salut Pak Tukang Sapu!!! Saya belajar banyak dari Anda.

SUMBER http://regional.kompasiana.com/2012/…ak-demonstran/

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku |
Jan
30
2012
0

Membaca Kisah Pak Habibie ini, Jadi Pengen Nangis…..

Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua.

Source : http://brosurkilat.com

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia

Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,

Capt. Novianto Herupratomo

Sumber : kaskus

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku |
Jan
22
2012
0

[Inspiratif] Secangkir Coklat Panas

Sekelompok alumni melakukan reuni, dan kemudian memutuskan untuk pergi mengunjungi profesor favorit mereka yang sudah pensiun. Saat berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka.

Profesor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya. Ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan berbagai macam cangkir: porselen, gelas, kristal, dan lain-lain; sebagiannya bagus dan berharga mahal, akan tetapi sebagian lagi bentuknya biasa saja harganya murah. Ia mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut.

Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, profesor yang bijak berkata, “Perhatikan, semua cangkir yang bagus dan mahal telah diambil. Yang tersisa, hanyalah cangkir yang biasa dan murah. Memang, adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik. Namun, itu adalah sumber dari masalah dan stres kalian.”

“Cangkir tidak menambahkan kualitas dari coklat panas. Pada kebanyakan kasus, itu hanya menambah mahal, dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya. Tetapi secara tidak sadar kalian  menginginkan cangkir yang terbaik. Lalu, kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.”

Para alumni terdiam, menyimak nasehat dari profesor.

“Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas. Pekerjaan, Uang, dan Kedudukan adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.”

“Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik. Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.”

Profesor itu berhenti sejenak, menghela nafas, lalu melanjutkan, “Hiduplah dengan sederhana. Bermurah hatilah. Perhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh. Dan akhirnya, silakan nikmati coklat panas kalian.”

Salam,

Penulis: Ustadz Adni Kurniawan, Lc.

Artikel www.PengusahaMuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku |
Dec
10
2011
0

Hati-hati Makanan Beracun menurut si Abal -humorsiana-

Guna ujian akhir untuk memperolah gelar akademik, si Abal diberi tugas melakukan suatu penelitian.  Dia memilih tentang “kuliner” sebagai bahan kajiannya, karena memang si Abal kegemarannya doyan makan.

“Gemana Bal,…. you sudah siap presentasi?” sapa  dosen pembimbingnya, suatu pagi di kampus

“Insya Allah dua hari lagi siap, sekarang saya masih sedang menyusun kesimpulannya” jawab si Abal

“Oke, baguslah…. eh… btw, boleh dong bocoran konklusinya. Makanan apa yang paling enak dan murah meriah” ujar sang dosen, gatel pingin tahu. Maklum si dosen juga hobbynya nggayem makanan enak.

“Hemm…… kesimpulannya bukan yang enak enak, tapi justru yang penuh racun, pak dos (baca : dosen)” ucap si Abal serius

“Wueyyyyy,……. coba berapa banyak, sebutkan satu persatu” desak si dosen, penasaran

“Maaf ya pak,  ini pake Bahasa Jawa, lantaran penelitiannya tetang MIE JAWA” kata si Abal, sambil mengeluarkan draft kesimpulan dimaksud dari dalam tas gamblok yang dekil dan bau apeknya minta ampun.

“Okey, nggak apa apa. Singkron malah” kata sang dosen

“Menurut penelitian saya, ada beberapa menu MIE JAWA yang mengandung racun dan tidak memperoleh sertifikasi halal dari BPOM MUI, antara laen”:

#  Mie kiri kebutuhane dunyo wae  >>>>>> ‘Yang dipikirkan kebutuhan duniawi doang’

#  Mie ndik-mindik,  nginjen “ngenten anyar” mandhan ‘asyoy-geboy’…. hehehehe….  >>> ‘Ngendap ngendap ngintip “pengantin baru” yang lagi  ’asyoy-geboy’….. hehehehe….

#   Mie jiti lan jowal jawil bojone tonggo >>>>>> ‘Mijet dan colak colek bini/suami tetangga

#  Mie suh-misuh ra karuan  >>>>> ‘ngomel ngomel nggak ada pasalnya’

#  Mie nggat nggowo banda ndorone dhewe  >>>>>> “Kabur membawa lari harta majikannya’

#  Mie ndo mangan nang warung, ra gelem mbayar >>>>>> “Nambah makan di warung, ogah bayar’

#  Mie turuti opo sing karepe setan  >>>>>> “Mengikuti apa maunya iblis’

#  Mie dangetaken tiang padu   >>>>>>> “Dengerin orang pada berantem mulut’

#  Mie lu……………………????????”

“Stop……stop……..udah….. udah,…. ngawurrrr-blawurrrr…!!!!!” teriak sang dosen menghentikan paparan si Abal, sembari cemberut dan meninggalkan si Abal yang lagi terbengong bengong……

si Abal  : “…….?????…. pak dosen kok lari……. hehehehe……”

.

** joke hasil modifikasian ceritera humor yg sudah mondar mandir di khalayak ramai  .

http://hiburan.kompasiana.com

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku |
Dec
08
2011
0

Tahukah Anda?

Taukah Anda?

Bahwa meskipun armadillo biasanya kawin sekitar bulan juli, embrionya biasanya tidur hingga november? Baru pada bulan maret empat bayinya dilahirkan. Keempat bayinya ini terbentuk dari satu telur, dan biasanya berjenis kelamin yang sama, bahkan berkembang dalam plasenta yang sama pula?

Bahwa belut listrik yang besarnya antara 1,5 – 2 meter mampu menghasilkan listrik hingga 600 volt yang cukup besar untuk mengejutkan seekor kuda?

Bahwa unta dapat membawa beban antara 227 – 454 kg dan mereka dapat berjalan dengan kecepatan 3 – 5 km/jam, selama 6 – 7 jam per harinya?

Bahwa ikan lumba-lumba dapat mengingat suatu nada tertentu lebih baik daripada manusia?

Bahwa dari dua ekor tikus dapat dihasilkan 15.000 keturunan dalam waktu kurang dari satu tahun?

Bahwa tikus dapat bertahan lebih lama tanpa air daripada unta?

Bahwa burung pelatuk dapat mematuk sebanyak 20 kali dalam waktu satu detik?

Bahwa pohon baobab adalah pohon yang paling tahan kekeringan? Pohon ini dapat menyimpan 1.358.600 air dalam batangnya untuk dipergunakan saat dibutuhkan.

Bahwa rakit-rakit terapung dari tanaman bunga matahari digunakan untuk membersihkan air beracun akibat kecelakaan kebocoran PLTN Chernobyl pada 1986? Akar tanaman ini mampu menyedot 95% zat radioaktif dari dalam air.

Bahwa pisang sangat baik untuk kegiatan atletik dan kebugaran karena membantu menyediakan karbohidrat, glikogen, dan cairan tubuh yang dibakar selama latihan fisik? Penellitian membuktikan bahwa dua buah pisang merupakan sumber energi yang cukup untuk sebuah latihan berat selama 90 menit!

Bahwa pohon-pohon Macrozamia di Australia adalah pohon-pohon tertua di dunia? Usianya diduga antara 5.000 – 7.000 tahun. Sebagian orang malah memperkirakan bahwa usianya sudah 15.000 tahun.

Bahwa kulit kayu pohon kayu merah tahan terhadap api? Kebakaran di hutan kayu merah terjadi di dalam pohonnya.

Bahwa pohon Jenderal Sherman di Taman Nasional Seqouia, California, Amerika Serikat adalah pohon terbesar di dunia? Pohon ini beratnya diperkirakan mencapai 6.000 ton!

Hmmm… apalagi ya yang menarik? Tunggu update-nya ya…

Sumber: Majalah Swara Quran ed. no. 09 th. 10/ Shafar – Rabiul Awwal/ Feb 2011

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku |
Nov
30
2011
0

Manajemen Waktu Bagi Pemula

Manajemen waktu adalah aset terpenting yang harus dimiliki seseorang saat ini, dengan tumbangnya nilai-nilai tradisional siapapun menemukan dirinya berada  di kehidupan yang berbeda secara pararel.  Saya yakin Anda tidak merasa aneh dengan situasi seperti ini, terlalu banyak yang harus Anda kerjakan, Anda tidak punya waktu, dan Anda melihat waktu santai yang memudar saat Anda menghitung bagaimana Anda akan mengelola semua hal yang harus Anda kerjakan.

Tidak hanya banyak orang yang tahu situasi seperti ini, banyak orang yang tahu tentang manajemen waktu, tapi gagal memahami dengan tepat, dan yang terpenting, gagal memahami konsep dasar manajemen waktu dan menerapkannya dalam kehidupan mereka yang padat.

Manajemen waktu bukanlah soal melakukan terlalu banyak hal dalam waktu yang sedikit tapi melakukan hal yang tepat di saat yang tepat dengan segera. Bagaimana Anda mengelola waktu adalah bagian dari agenda Anda. Namun, ada beberapa langkah generik yang membantu Anda mengelola waktu dengan cara yang lebih baik, seringkali dalam hal eksekutif.

Rata-rata waktu yang dibutuhkan hingga 5 tahun bagi orang dewasa sampai dia memahami bahwa mereka mendapatkan tekanan dan masalah yang dikarenakan tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, cucian tepat waktu dan kegiatan keluarga yang sudah lama ingin mereka lakukan. Manajemen waktu adalah jawaban bagi banyak masalah ini dan hampir siapapun bisa menemukan cara untuk melakukan sedikit lebih banyak pekerjaan dan lebih menikmati kehidupan mereka.

Langkah pertama menuju manajemen waktu yang efekftif, dan rutinitas manajemen waktu adalah untuk menetapkan sasaran dan target yang jelas, agar Anda selalu ingat terhadap target dan sasaran yang akan membantu Anda mencapai ke arah yang diinginkan. Menentukan sasaran membuat Anda lebih fokus dan menentukan arah bagaimana tugas harus diselesaikan. Sasaran harus jelas, padat, dan tidak ambigu. Mencoba dan mengevaluasi, secara realistis, berapa banyak waktu yang Anda dapatkan dan apa yang ingin Anda capai dan kemudian tentukan rencana untuk melakukannya.

Perencanaan ini memungkinkan Anda untuk “melihat” waktu dan merencanakan bagaimana menggunakannya, Anda akan tahu berapa banyak waktu yang ingin Anda alokasikan untuk tugas dan Anda juga memiliki kemampuan untuk mengawasi kemajuan yang Anda capai, menggunakan lebih banyak waktu jika dibutuhkan atau menunda sasaran saat menyadari hal tersebut membutuhkan waktu lebih banyak.

Membuat prioritas adalah bagian terpenting dalam manajemen waktu, Anda harus memahami bagaimana menciptakan tingkat kepentingan dan menanganinya dalah kehidupan Anda, manajemen waktu Anda akan berhasil dan sejelas prioritas yang Anda tetapkan dalam hidup Anda. Poin penting yang harus diingat disini adalah menentukan prioritas tidak berarti hanya melakukan apa yang penting dan menyisakan yang lainnya, dibandingan melakukan apa yang penting dahulu dan kemudian menyelesaikan yang berikutnya.

Penjadwalan dan rutinitas: Penjadwalan tugas dan sasaran yang Anda prioritaskan dalam kerangka waktu sehingga Anda membuat keluaran yang produktif atas waktu yang Anda miliki. Jadwal yang dibuat dengan seksama akan memotivasi Anda untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan memangkas pencuri waktu dengan membatasi jumlah waktu yang Anda gunakan untuk tugas tertentu.

Langkah ini merupakan dasar dari manajemen waktu yang efektif.

Penulis: John Furnem adalah pakar dot com. Artikel dan workshop/seminar yang ditulisnya seringkali di bidang sumber daya manusia dan psikologi kerja.

Sumber: www.articlewell.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

Artikel www.PengusahaMuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku,Entrepreneur |
Nov
27
2011
0

HARGA SEMANGKUK BAKMI ? ( Berapa harga ibu kita ? )

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkanbakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”, tanya si pemilik kedai.

“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”

“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, ibuku yang mengandungku 9 bulan penuh harap dan cemas, ibuku yang melahirkanku penuh kesakitan, ibuku merawat dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang, tapi kini aku tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang nak, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

SEKALI WAKTU, KITA MUNGKIN AKAN SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA ORANG LAIN DISEKITAR KITA UNTUK SUATU PERTOLONGAN KECIL YANG DIBERIKAN KEPADA KITA. TETAPI KEPADA ORANG YANG SANGAT DEKAT DENGAN KITA (KELUARGA) KHUSUSNYA ORANG TUA KITA, KITA HARUS INGAT BAHWA KITA BERTERIMA KASIH KEPADA MEREKA SEUMUR HIDUP KITA.

SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH SAYANG DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

copas dari note teman:

http://www.facebook.com/notes/akh-zaza/harga-semangkuk-bakmi-berapa-harga-ibu-kita-/167942533275

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku |
Nov
27
2011
0

[Renungan] Kisah Pensil dan Penghapus [Jadi Pengen Nangis]

Pensil : “Maafkan aku Penghapus...”

Penghapus : “Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku…”

Pensil : “Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat…”

Penghapus : “Hal itu memang benar…Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.

Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih…”

Si Penghapus adalah Orang Tua kita…

Si Pensil adalah diri kita sendiri….

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya…

Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya…

Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu…

Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil…

(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).

Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),

Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.

“Hingga saat ini…

Saya masih menjadi Si Pensil…

Hal itu sangat menyakitkan diri saya…

Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah “Kecil” dan “Kecil” seiring berjalannya waktu.

Kelak suatu hari…

Yang tertinggal hanyalah “Serutan” si penghapus

Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka…”

Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian…

Ane nulisnya pengen nangis gan

Written by nashiruddin.hasan in: Catatanku |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker