Apr
04
2012
0

10 Kunci Kualitas yang Diperlukan Pengusaha Agar Sukses

Jadi, Anda sudah siap membuang kejenuhan bekerja dari pkl 7 hingga pkl 5 dan mulai membuka usaha Anda. Tapi yang Anda perlukan lebih dari sekedar nyali dan ide kemenangan untuk berpindah dari karyawan menjadi pengusaha. Ini bukan hal yang mudah dan mungkin memerlukan biaya yang besar sebelum mencapai kesuksesan.

Lebih dari separo usaha baru mengalami kegagalan setelah lima tahun berjalan! Alasan utamanya , kurangnya pengalaman , dana atau keterampilan manajemen.
Berikut adalah 10 kunci kualitas yang diperlukan pengusaha agar sukses. Beberapa diantaranya mungkin telah Anda miliki dalam kepribadian Anda, sementara yang lainnya harus terus menerus dikembangkan.http://pengusahamuslim.com/10-kualitas-yang-harus-dimiliki-pengusaha-pemula

Jadi, Anda sudah siap membuang kejenuhan bekerja dari pk 9 hingga pk. 5 dan mulai membuka usaha Anda. Tapi yang Anda perlukan lebih dari sekedar nyali dan ide kemenangan untuk berpindah dari karyawan menjadi pengusaha. Ini bukan hal yang mudah dan mungkin memerlukan biaya yang besar sebelum mencapai kesuksesan.

Lebih dari separo usaha baru mengalami kegagalan setelah lima tahun berjalan! Alasan utamanya , kurangnya pengalaman , dana atau keterampilan manajemen.

Berikut adalah 10 kunci kualitas yang diperlukan pengusaha agar sukses. Beberapa diantaranya mungkin telah Anda miliki dalam kepribadian Anda, sementara yang lainnya harus terus menerus dikembangkan.

1. Pengetahuan khusus
Anda harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan jalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu, Anda menempatkan diri Anda pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah hal yang mudah bagi pengusaha. Ketika Anda men-set bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit – satu atau paling banyak dua tahun – dimana Anda harus sukses sebelum Anda kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, Anda juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnis Anda dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.

2. Percaya diri
Meluncurkan bisnis baru adalah perjuangan dan tanpa kepercayaan diri dan kemampuan untuk melihat situasi, maka akan mudah hancur. Karyawan mereflekseikan moral pengusaha dan jika mereka merasa Anda tidak jujur atau tidak aman, mereka akan menjadi gelisah dan tidak ada motivasi. Anda harus belajar menyimpan ketakutan dan kecemasan dalam hati dan merefkeksikannya secara personal . Dihadapan publik, Anda harus menjadi figur yang tenang dan percaya diri.

3. Keuletan
Kemampuan untuk melihat situasi adalah kualitas yang dimiliki pengusaha sukses. Orang yang demikian mampu bertahan dalam kondisi bisnis yang tidak menentu dengan keteguhan dan keuletan. Kemauan yang kuat lebih diperlukan di tahap awal usaha, bahkan ketika goncangan kecil terjadi dalam bisnis. Pengusaha harus belajar untuk bangkit dari kegagalan yang dihadapi.

4. Motivasi yang tepat
Mengapa Anda ingin memulai usaha Anda ? Apakah semata-mata untuk menghasilkan banyak uang sehingga Anda bisa membeli kondominium? Apakah ada sesuatu yang lebih tinggi yang mendorong Anda ? Pengusaha yang memiliki motivasi lebih tinggi daripada nilai sekedar kaya cenderung membangun bisnis yang bisa bertahan lama . Mereka di dorong oleh keinginan untuk menciptakan sesuatu yang berharga. Mereka memberikan benefit di lingkungannya dengan memberikan produk dan jasa yang unik atau melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik sehingga memberikan kesejahteraan bagi setiap orang. Tentu, mereka juga menjadi kaya secara signifikan, tapi ini yang jarang dijadikan motivasi utama.

5. Kreatifitas dan inovasi
Kreatifitas adalah kemampuan memberikan solusi unik dari permasalahan. Pengusaha sukses mengadopsi teknik pemecahan masalah yang kreatif untuk menghadapi tantangan. Pemikiran kreatif dan inovatif yang demikian diperlukan di semua area, dari mengisi kekosongan pasar, dan memvisualisasikan produk dengan sistem dan prosedur yang lebih efisien dan biaya yang efektif. Terkadang, hanya diperlukan satu ide bagus untuk mengubah keberuntungan bisnis dan mengeluarkan produk yang bagus.

6. Pandangan Strategik
Tidak ada pengusaha yang sukses tanpa pandangan stratejik terhadap perubahan banyak hal. Langkah apa yang harus diambil dimasa datang? produk baru apa yang diluncurkan ? haruskah operasional dikonsolidasikan atau ekspansi ? investasi uang atau membangun modal cadangan ? apa langkah kompetitor selanjutnya ? akankah terjadi penurunan ekonomis ? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tergantung pada pandangan stratejik pengusaha. Pengusaha yang sudah lama malang-melintang di dunia bisnis memiliki pengalaman tersebut atau hanya dengan mengandalkan memiliki peluang yang bagus untuk sukses karena mereka bisa merasakan kemana arah angin bertiup dan akan mengarahkan kemudi di arah angin.

7. Kepemimpinan
Seorang pengusaha harus bisa menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah kualitas yang memberikan panduan dan insipirasi bagi mereka yang melihat ke arah Anda. Banyak orang yang beruntung terlahir dengan kualitas kepemimpinan. Bagi yang lain, merupakan keterampilan yang didapat dari kerja keras dan pengalaman. Bagaimanapun, tidak ada pengusaha berhasil tanpa kualitas kepemimpinan untuk memotivasi orang yang bekerja dengannya, dorong mereka untuk memberikan yang terbaik dan tentukan arah kemana mereka melangkah.

8. Menghilangkan ego
Pengusaha dengan ego yang tinggi tidak bisa menghargai pandangan orang lain kecuali pandangannya sendiri. Mereka mudah tersinggung dan orang yang berbakat akan kesulitan bekerja dengannya. Ini bisa menjadi pangkal masalah. Karyawan dengan tingkat self-respect dan intelegensi akan meninggalkan organisasi atau berusaha low profile di tempat kerja. Mereka yang ambisius akan mengatakan pada bos apa yang hanya ingin dia dengar. Pengusaha yang egois tidak bisa menilai karyawan berdasarakan kontribusinya pada perusahaan. Mereka akan menilainya dari sudut pandang suka dan tidak suka. Pengusaha yang demikian akan menjadi santapan kompetitor.

9. Kemampuan untuk berbelok
Fleksibilitas dalam berpikir adalah kualitas kunci bagi pengusaha. Mereka harus bisa merubah pandangan dan strategi berdasarkan situasi yang terjadi. Untuk melakukannya, ego perlu dihilangkan . Jika Anda memiliki sifat yang demikian, Anda tidak akan mengakui kesalahan yang sudah Anda buat dan menolak untuk mempertanggungjawabkan keputusan Anda. Pengusaha yang egois terus menggelontorkan uang untuk proyek yang tidak memiliki harapan memberikan keuntungan. Salah satu contoh yang paling dikenal – yang masih diajarkan di sekolah bisnis – yang memiliki kemampuan untuk berbelok adalah Microsoft. Perusahaan ini tidak menghiraukan fenomena Internet saat mulai populer dipenjuru dunia. Setelah dua tahun mengabaikannya, Microsoft meninjau ulang posisnya dan “membelokkan perusahaan dalam sekejap .” Dalam melakukan perubahan, perusahaan berhadapan dengan teknologi baru, melakukan akuisisi, mengeluarkan produk baru, dan kini berada di garis depan revolusi Internet. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika manajer puncak tidak fleksibel dalam melakukan pendekatan dan cukup rendah hati untuk mengatakan “Kami telah melakukan kesalahan dalam hal ini .”

10. Etika
Etika adalah faktor terbesar yang didengar prospek terhadap perusahaan untuk jangka panjang. Rekan – suplier, konsumen, karyawan, bankir, pemegang saham – tidak suka berhubungan dengan pengusaha yang tidak jujur. Mereka akan sulit menghilangkan sakit hatinya dan harus selalu waspada . Kejujuran dan etika adalah benih kepercayaan dan ketika orang lain mulai mempercayai Anda, banyak pintu yang akan terbuka.

Oleh: James Walsh
Sumber: www.powerhomebiz.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Apr
02
2012
0

Menjadi Kepala Semut atau Ekor Gajah

on Monday, April 2, 2012 at 11:55pm ·

Apakah mudah menjadi pengusaha? Bagi saya, awal berbisnis adalah survival mode. Betul-betul terpaksa karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ada krisis tahun 1998 yang menyebabkan saya kehilangan pekerjaan, sementara saya harus bertahan dan menghidupi keluarga baru

Waktu itu ada dua pilihan. Mencari pekerjaan baru atau berbisnis sendiri. Saya putuskan berbisnis sendiri.

Enam bulan pertama, boleh dibilang nyaris tanpa order. Klien nol. Hampir putus asa. Sampai terpikir, apakah benar pilihan saya menjadi pengusaha? Jangan-jangan memang mental saya lebih cocok menjadi karyawan.

Dalam situasi ini, orang tua menasihati saya agar berani dan pantang menyerah. Harus sabar dan tekun memang. Alhamdulillah, perlu empat tahun agar bisnis ini memasuki fase titik balik ke arah positif.

Sering saya ditanya, apa dan bagaimana memulai usaha? Kunci wirausaha adalah entrepreneurship. Ini berkaitan dengan sikap mental.

Pertama, umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut bangkrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan risiko. Padahal risiko bukan barang asing bagi kita. Semua perbuatan mengandung risiko. Menyeberang jalan misalnya, berisiko tertabrak mobil.

Namun risiko bisa ditekan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung bisnis berisiko besar, pilih saja bisnis yang lebih kecil risikonya. Jadi, mulailah dari yang kecil.

Kedua, jangan takut kekurangan modal, selama Anda punya kreativitas. Modal memang penting tapi ini bukan segalanya. Lazim berlaku di kalangan pedagang, menjual cash tetapi membeli dari pemasok dengan bayar di belakang.

Jadi, tidak ada modal uang di sini.

Ide kreatif lebih berguna menjalankan bisnis. Uang berapa pun cepat atau lambat habis jika tidak memiliki ide. Sementara kekuatan ide bisnis akan mengundang uang dengan sendirinya.

Ketiga, berani memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat sebuah antrean, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Jika selalu ragu-ragu, kita tidak akan pernah memulai dan tidak tahu apakah akan berhasil atau gagal.

Kalaupun di tengah perjalanan ada kegagalan, itu hal wajar. Anggap saja hal itu ongkos belajar. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir.

Bahkan seringkali yang tadinya kita anggap sebagai kegagalan, ternyata menjadi keberuntungan kita di kemudian hari. Sebab, kegagalan di awal menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar di belakang hari.

Keempat, mengubah mindset atau pola pikir. Think like an entrepreneur. Seorang pengusaha melihat kendala dan krisis sebagai peluang. Jika mindset ini sudah terbangun, kita akan memiliki banyak akal, kreatif, inovatif, berpikir tidak linier, dan mudah mengambil keputusan.

Ketika orang-orang perkotaan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry.

Contoh lain, saya melihat jumlah penumpang di bandara semakin padat. Ini pertanda ekonomi kita makin bagus. Permintaan terhadap jasa angkutan udara juga meningkat. Bisnis penerbangan tentu punya prospek bagus. Makanya, kami berani masuk ke Mandala Airlines.

Ada sebuah pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan sebatas ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelolanya.

Oleh: Sandiaga Salahudin Uno

http://pengusahamuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Apr
02
2012
0

Pencitraan Bisnis

by Muhammad Nashiruddin Hasan

on Monday, April 2, 2012 at 11:28pm ·

Apakah Anda menunjukkan Pencitraan Bisnis yang “Tepat” untuk Menarik Pelanggan ?

Seorang vice president jaringan toko terkemuka terkejut mengetahui bahwa cat yang mengelupas di eksterior toko menunjukkan perilaku yang buruk terhadap pelanggan mereka. Pemiliki restoran tidak melihat bagaimana lapangan parkir yang dipenuhi rumput  liar menunjukkan pesan dan citra kebersihan bagi calon pelanggan. Seorang staf hoteltidak mengerti pentingnya tanda petunjuk di tempat parkir. Seorang manajer bank tidak berpikir bahwa grafitti disamping mesin ATM adalah masalah besar. Manajer toko grosir tidak mengerti mengapa sampah yang tertinggal di kereta belanja merupakan masalah yang besar bagi pelanggan.

Kesan pertama terbentuk di dua atau tiga detik pertama. Saat persepsi atau kesan negatif tercipta, maka akan sulit sekali dirubah. Pelanggan potensial terlanjur membentuk opini tentang bisnis Anda sebelum mereka melangkah ke tempat Anda. Sangat penting memberikan kesan pertama yang positif. Apa yang dilihat pelanggan di luar bisnis Anda menunjukkan jika Anda memiliki organisasi yang didasarkan pada layanan pelanggan yang positif. Pelanggan akan mendasarakan opini mereka terhadap bisnis Anda atas persepsi mereka terhadap beberapa tampilan luar. Sama seperti kata yang terucap dalam bahasa tubuh, tampilan luar gedung, tempat parkir, pencahayaan dan rambu-rambu semuanya mengkomunikasikan pada pelanggan potensial Anda.

Pertimbangkan hal-hal berikut untuk memberikan citra terbaik untuk menarik dan mempertahankan pelanggan Anda:

Tempat parkir. Pelanggan masuk ke dalam tempat parkir Anda. Dia membuka pintu mobil dan menginjak kotoran. Perutnya mual dan dia segera kembali ke mobil dan pergi. Anda baru saja kehilangan penjualan. Karena pelanggan pertama kali masuk ke tempat parkir Anda, maka penting memeliharanya dengan baik. Artinya, tanpa jalan yang berlubang! Lahan parkir bebas dari rumput liar. Tidak boleh ada sampah. Tempat parkir disapu dan dibersihkan secara teratur. Mudah untuk melihat dimana tempat parkir berdasarkan tanda yang terlihat jelas. Tempat yang memadai tersedia untuk orang cacat, terlebih jika sebagian besar klien Anda dalah orang tua. Pohon dirapikan dan daun yang berguguran di bersihkan secara rutin.

Penampilan gedung luar. Apakah eksterior bangunan Anda bersih dan terawat dengan baik? Cat yang mengelupas menunjukkan bahwa bisnis tidak bisa menjaga dirinya sendiri, jadi bagaimana mungkin bisa menjaga pelangganya. Saat nampak retakan dan cat mulai memudar, begitu juga citra Anda. Pertimbangkan untuk mengecat bangunan setiap lima atau delapan tahun. Dekorasi bisa dicat ulang dengan harga yang lebih murah setiap tiga atau empat tahun untuk memperpanjang usia dekorasi eksterior.  Pilih warna cat dengan seksama. Warna harus mengundang dan memberikan efek yang positif bagi orang yang melihatnya. Berbagai bayangan abu-abu misalnya saat digabungkan dengan warna lain menunjukkan kewenangan, keyakinan dan bisa dipercaya. Pilih warna eksterior Anda yang menunjukkan pesan yang ingin Anda sampaikan.

Graffiti. Jika graffiti adalah masalah di lingkungan Anda, maka harus dihilangkan dalam 24 jam. Menghapus graffiti hanya akan mengundang lebih banyak lagi. Ya, mungkin Anda perlu waktu untuk menghilangkan grafitti secara permanen, tapi jangan menyerah! Graffiti bisa membuat pelanggan menjauh. Beberapa kota memiliki relawan yang tergabung dalam program relawan pembersihan grafitti atau tukang cat profesional yang secara teratur membersihkan dan menghilangkan grafitti saat muncul lagi. Cek dengan pemerintah setempat apakah mereka memiliki program serupa.

Jalan setapak. Jalan setapak harus bebas sampah yang mungkin saja dilalui pelanggan. Disamping itu, siapa yang ingin melangkahi sampah saat masuk ke tempat usaha? Jika mulai timbul retak, pastikan perbaikan yang sesuai. Retakan kecil bisa saja berbahaya bagi kursi roda, kereta bayi, pejalan kaki dan orang yang sudah lanjut usia yang mungkin mengalami masalah dengan kakinya.

Jendela dan teralis. Jendela luar mungkin menjadi kotor saat musim hujan. Tapi, kami tidak ingin tetap kotor di sepanjang tahun. Lumpur, cap tangan, kotoran, dan genangan air harus secepatnya dibersihkan.  Perhatian Anda terhadap detil ini menunjukkan bisnis Anda mengikuti dan memperhatikan detil. Tidak ada yang lebih menjijikkan selain teralis yang dipenuhi kotoran. Teralis harus dibersihkan secara teratur oleh staf , atau jasa kebersihan khusus.

Pencahayaan yang memadai. Apakah jalan yang mengarah pada fasilitas Anda memiliki pencahayaan yang memadi? Orang merasa tidak nyaman saat memasuki area yang gelap. Saat pencahayaan luar mati, penggantian bohlam merupakan prioritas. Pencahayaan luar yang memadai menunjukkan tidak ada sesuatu yang disembunyikan dan melayani pelanggan dengan terbuka. Sebagai tambahan, jika ada  pelindung yang jatuh karena mereka tidak bisa melihat jalan dengan jelas, Anda bisa dituntut secara hukum.

Tanda atau rambu yang sesuai. Apakah rambu Anda terlihat dengan jelas dan dibuat secara profesional? Cahaya yang berkilau dan tanda yang nampak remang-remang menunjukkan kita tidak bisa menjaga diri kita sendiri, jadi bagaimana kita menjaga orang lain? Jika terjadi pengrusakan tanda atau rambu, maka harus segera diperbaiki. Tanda yang tepat dan profesional menunjukkan rasa kebanggaan terhadap organisasi Anda serta jasa yang Anda sediakan bagi pelanggan.

Akses dan kenyamanan fasilitas. Apakah semua jalan masuk mudah ditemukan dan dinavigasi?Jika pintu masuk lapangan parkir adalah satu arah, apakah ada tanda yang terlihat jelas dan mudah dilihat? Berbelok ke arah kiri menuju arah fasilitas bisa jadi tantangan, terlebih jika tempat usaha Anda berada di tempat yang padat. Jalan masuk yang lebar dan nyaman akan mempermudah pelanggan untuk masuk dan keluar. Pelanggan menjadi tidak sabar saat mereka harus duduk di belakang kemudi dalam waktu yang lama untuk keluar dari tempat parkir. Mungkin saja mereka berpikir dua kali sebelum kembali.

Pembuangan sampah. Jika Anda tidak ingin sampah berada di tempat yang tidak semestinya, maka tempat sampah harus disediakan di beberapa sudut tempat parkir. Tempat sampah bisa diletakkan di dekat pintu masuk serta dimana orang biasanya berkumpul. Namun, jangan sampai lupa membersihkan tempat sampah secara teratur. Tidak ada pemandangan yang lebih buruk dibandingkan sampah yang menggunung di tempat sampah.

Kereta belanja. Seberapa sering Anda memeriksa kereta belanja dan menemukan tisu kotor atau sayuran kotor yang tertinggal di keranjang ? Mungkin Anda akan segera menarik keranjang lain dan meninggalkan yang pertama disana.  Kadang kita pernah menarik kereta dengan roda yang  rusak. Kereta yang tidak menyentuh lantai dengan baik, atau memaksa Anda belok kanan saat Anda ingin belok kiri. Keranjang belanja adalah bagian penting lainnya dalam citra bisnis Anda. Bagaimana Anda memelihara kebersihan kereta dan membuatnya berjalan dengan sempurna menunjukkan pada pelanggan seberapa baik Anda memelihara mereka.

Kendaraan perusahaan. Sebelum pelanggan tiba di tempat bisnis Anda, mungkin dia sudah melihat kendaraan perusahaan Anda. Kendaraan juga mewakili citra bisnis Anda. Menjaga kebersihan dan  dipoles dengan baik, meski itu artinya mengunjungi tempat cuci mobil tiga kali dalam seminggu.

Bisnis apapun bisa menciptkan citra positif dan powerful . Membutuhkan waktu, kepedulian, dan pengabdian. Nilai yang penting, bagaimanapun adalah kesan pertama dengan pelanggan yang menunjukkan bisnis Anda sudah menciptakan iklim layanan pelanggan.

Singkatnya, tampilan fisik menentukan seberapa sukses bisnis Anda saat ini dan yang akan datang.

Penulis: Eileen O. Brownell adalah  President of Training Solutions,  Chico,  perusahaan yang berbasis di California.  Lebih dari 25 tahun, Eileen dianggap sebagai pembicara dan trainer ‘berenergi tinggi’ dan membuat pembelajaran sebagai pengalaman yang terus berlangsung. Keahliannya di bidang layanan pelanggan, resolusi konflik, komunikasi, dan pengembangan tim. Dia memiliki ijin untuk menggunakan  Carlson Learning Products yang memperkaya proses pembelajaran. Televisi kabel telah mempertunjukkan program pendidikan Eileen.  “Kita tidak bisa memilih tantangan yang ada di hadapan kita. Tapi, kita bisa memilih sikap dan bagaimana bereaksi,”  adalah filosofinya.

Sumber:www.articlewell.com

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

Artikel www.PengusahaMuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Feb
07
2012
0

5 Logo Restaurant Inspiratif untuk Pemilik Rumah Makan

Di tulisan sebelumnya, saya sudah mengangkat lima logo inspiratif untuk pemilik toko herbal. Nah sekarang, saya akan mencoba melakukan hal yang sama, tetapi untuk para juragan rumah makan. Semoga bermanfaat dan membuat warung makan Anda jadi lebih hidup. Insyaallah. Amin.

Intro

Harus kita akui, bagus tidaknya logo tampaknya memang tidak terlalu berpengaruh dengan ramai tidaknya sebuah rumah makan. Ambil contoh saja di Limboto, ibukota Kabupaten Gorontalo, tempat yang saya tinggali saat ini. Di kecamatan dengan penduduk kurang dari 100 ribu jiwa ini, sudah ada beberapa warung makan yang sudah lama berdiri dan terkenal karena kelezatan masakannya. Bumbu dan aroma masakannya mantap, harganya juga pas di kantong, tempatnya juga nyaman. Tapi bagaimana dengan logonya?

Ah sudah lupakan saja. Tidak perlu dibahas karena logo atau nama warung di sini pada umumnya hanya dibuat menggunakan bantuan fitur Word Art yang ada pada aplikasi pengolah kata MS Word. Dengan kata lain, saya rasa memang tidak ada keterkaitan yang terlalu kuat antara logo dengan ramai tidaknya sebuah rumah makan. Toh, asalkan rasa dan harganya pas, para pengunjung mungkin akan lupa dengan bentuk logo rumah makan kita. Iya tidak? Tapi kalaulah Anda peduli dan sdang ingin mencari inspirasi terkait logo restauran, mungkin inilah salah satu bentuk sumbangsih saya. Semoga berkenan. Insyaallah.

1. Fisih

fisih

Sebuah logo yang dieksekusi dengan brilian. Ketika kita melihat logo ini, kita langsung tahu menu apa yang menjadi andalan rumah makan yang bersangkutan; ikan segar! Tapi sayang, warna biru yang digunakan adalah biru yang pucat. Untuk menghasilkan efek “segar” yang mendalam, akan lebih baik bila warna biru tersebut diganti dengan biru yang lebih muda seperti birunya air laut. Hmmm, jadi langsung ingin makan ikan nih. Untuk Anda yang kebetulan punya restoran sea food di pinggir pantai atau tepi danau, logo ini sepertinya patut dipertimbangkan.

2. Crepers

crepers

Saya sempat beberapa kali memakan makanan yang konon berasal dari negeri Belanda ini di Yogyakarta. Rasanya manis dengan kulit yang terbuat dari tepung nan lembut. Setahu saya, lidah dan perut kita mungkin tidak akan bisa puas kalau kita hanya membeli satu. Logo ini, yang menampilkan olesan cokelat tampaknya berhasil menunjukkan fungsinya sebagai penyampai pesan kepada calon pelanggan. Ketika melihatnya, kepala para pelanggan mungkin langsung terisi penuh dengan aliran pasta cokelat, sementara lidahnya sudah berair dengan nuansa manis. Cantik sekali.

3. Food Lover

food lover

Kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, food lover berarti pecinta makanan. Untuk mengekspresikan nama restauran, logo ini mungkin sudah berhasil. Tapi sebagai “cap” atau “identitas”, rasanya logo ini perlu perbaikan. Maklum, ketika sekilas melihat logo ini, para calon pelanggan mungkin tidak akan langsung tergoda untuk masuk dan mencicipi menu-menu andalan Anda.

Lalu bagaimana bila Anda tetap ingin menggunakan konsep desain seperti yang sudah ditunjukkan logo Food Lover ini? Gampang saja. Usahakan mengganti kata food dengan bahan utama dari menu andalan restoran Anda. Bila menu andalan restoran Anda adalah ikan, jadikan saja “Fish Lover” dengan logo ikan yang mengandung ikon “love” yang sederhana namun mendunia itu. Lakukan hal yang sama bila Anda hendak mengganti fish dengan ayam alias chicken. Heheheh .. selamat memodifikasi.

4. The Crazy Tomato

The Crazy Tomato

Dari tampilannya, kita sepertinya bisa memahami tipe makanan apa yang akan kita jumpai dari restoran yang menggunakan desain logo seperti ini. Yups, segala sesuatu yang bersahabat dekat dengan saus tomat. Mungkin pasta. Mungkin mie. Mungkin bakpia. Mungkin bakwan. Mungkin tahu isi. Mungkin bakso. Atau bisa saja makanan baru yang mengandung garam lebih banyak ketimbang gula. Apapun itu, logo ini saya anggap berhasil mengemban tugas untuk menyampaikan ide gila dari pemilik restoran ini, yakni menjadi restoran untuk para pecandu saus tomat! Hehehe … kecanduan tomat adalah salah satu kecanduan yang patut dilestarikan. Semoga saja saya tidak salah kali ini.

5. Eat to Cure

Eat to Cure

Salah satu yang sedang ngetren di kota besar di berbagai belahan dunia saat ini adalah menu-menu makanan sehat. Yang termasuk di dalamnya biasanya adalah makanan dengan bahan-bahan organik (tanpa pestisida/insektisida) atau makanan-makanan untuk para vegetarian. Nah, bila Anda adalah pemilik restoran dengan dua tipikal menu di atas, mungkin Anda tertarik untuk menggunakan konsep logo Eat to Cure ini.

Bila dilihat sekilas, logo ini menampilkan bentuk jantung yang tersusun dari sendok dan garpu. Dengan warna hijau sebagai latar belakang, pesan yang ingin disampaikan logo ini jelas sekali; “Mari melahap makanan yang sehat, alami, dan aman untuk jantung Anda.”

6. Big Oak Catering

big oak catering

Anda pengusaha katering? Kalau iya, cobalah menengok logo yang satu ini. Pembuat logo ini menggunakan buah dari pohon ek yang ditusuk garpu di antara tulisan “big” dan “oak”. Entah kesan apa yang Anda dapatkan ketika melihatnya, tapi saya pribadi mendapatkan kesan sebuah katering yang dipimpin oleh seorang ibu-ibu yang tegas dan tidak mau berkompromi untuk kualitas makanan yang akan ia sajikan.

Tapi bagaimana dengan warna latar belakangnya? Nah ini dia yang membuat saya ingin berkomentar. Bila Anda punya katering, saya rasa warna hijaunya sayuran, birunya laut, atau merahnya cabai mungkin lebih cocok untuk mewakili identitas usaha Anda. Tapi ini adalah pendapat pribadi saya saja, silahkan mengambil warna lain bila Anda memiliki pandangan yang berbeda. Go ahead! Your company is your company! Not mine.

7. Comfort Food

Comfort Food

Bila restoran Anda menjual berbagai makanan yang segar sekaligus hangat dan berlokasi di sebuah areal perkotaan yang ramai seperti mall atau pusat perbelanjaan yang modern plus ditujukan untuk semua kalangan, logo satu ini sepertinya bisa menjadi contoh. Warna latar belakang jingga bisa mewakili kesan masakan yang baru saja diangkat dari tempat pembuatannya. Kalau ayam panggang berarti ayamnya baru dilepas dari pemanggangnya. Bila dibakar, berarti ayamnya baru saja dilepas dari tungkunya. Dan bila itu adalah kentang, berarti kentangnya baru saja ditiriskan dari penggorengannya. Saya harap Anda setuju dengan saya.

Oke, saya belum selesai. Saya meminta Anda untuk memperhatikan keempat huruf “O” yang da di dalam kata “comfort food”. Di “O” pertama, saya seperti melihat piring yang beroleskan saus tomat atau sambal. Di “O” kedua, ada olesan menteganya. “O” yang ketiga beroleskan mayonase atau sejenisnya. Dan “O” keempat berwarna kuning, mungkin saja itu margarine. Mungkin saja. Tapi apapun itu, ada kesan “delicious” yang terlontar.

8. Lobster

Lobster

Ini dia salah satu makanan yang pernah saya makan tapi paling jarang untuk mengulanginya; kepiting alias lobster! Momen pertama kali saya memakan hewan amfibi ini adalah ketika saya berusia di bawah 10 tahunan, yakni ketika saya masih duduk di sekolah dasar. Setelah itu saya lupa kapan pernah memakannya lagi. Memakannya pun tidak segampang memasukkan udang tepung atau cumi saus tiram yang biasanya hanya cukup dengan tangan. Khusus lobster, kita mungkin perlu lidi yang kuat dan tajam untuk mengambil daging yang ada di dalam kulitnya yang keras. Dan saya pun mengakuinya, daging lobster yang tersembunyi itu memang enak. Lha kok malah jadi ngobrol tentang makanan …. sory, mari kembali ke laptop.

Sebenarnya, kalau Anda perhatikan dengan seksama, rupa-rupa hewan yang menonjol di bagian utama logo adalah udang, bukannya lobster. Kesan lobster hanya ada di capitnya. Tapi secara penuh, kita pasti tahu kalau ini adalah penampakan udang. Lagipula, sepertinya belum ada lobster yang terlihat dengan tubuh memanjang. Berbeda dengan beberapa logo yang sudah dibahas sebelumnya, logo ini tampil dengan kesan ramai. Jadi selain menampilkan image udang dengan capitnya yang besar, logo ini juga menunjukkan rupa-rupa makanan lain yang mungkin dijual oleh restauran yang bersangkutan. Saya masih kurang yakin apakah ide ini bisa berhasil ataukah tidak, tapi dengan dominasi warna merah – yang sangat berdekatan dengan rasa pedasnya sambal – plus slogan “seafood & more” saya rasa logo ini memiliki sesuatu yang berharga dan bisa Anda pelajari sekarang juga.

9. Bee’s Kitchen

Bee's Kitchen

Apakah Anda ingin membuka restauran dengan konsep menu berbasis madu semisal Ayam bakar madu, ikan bakar olesan madu, daging sapi kuah madu, lobster saus madu, cumi-cumi pasta madu, dan sejenisnya? Kalau iya, saya berharap Anda mempertimbangkan logo yang satu ini. Sederhana sekaligus fungsional. Sang desainer merepresentasikan lebah dengan senjata utamanya yang khas. Dengan aksesori topi ala chef, pesan dari logo ini tampaknya akan bisa terbaca dengan mudah dan jelas oleh para pelanggannya.

Salah satu yang perlu diapresiasi dari logo ini adalah penggunaan warna latarnya. Pemilihan warna jingga merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat karena hewan lebah cenderung dekat dengan warna ini. Subhanallah, saya kagum dengan ide dan hasil eksesusi sang desainer. Benar-benar cantik dan cerdik.

10. Fishlicious

Fishlicious

Dari semua logo yang sudah ditampilkan, inilah logo favorit saya, fishlicious. Mulai dari nama restauran, desain logo, warna yang digunakan, sampai ke tipografi, semuanya tampil dengan sangat kompak dan saling mendukung. Nama “fishlicious” merupakan gabungan dari kata “fish” dan “delicious” (sedap atau lezat alias maknyus). Tipografi untuk menuliskan brand “fishlicious” pun dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menyerupai tulang belulang ikan yang biasa kita lihat di dapur rumah kita. Warna biru yang dipakai juga bisa merepresentasikan betapa segarnya ikan yang akan dihidangkan kepada para pelanggan. Plus yang terakhir, adanya kepulan asap di atas gambar penutup ikan bisa memberikan kesan bahwa ikan-ikan yang disajikan adalah ikan yang bagus, bersih, dan masih hangat. Masyaallah, saya benar-benar tidak bisa bohong. Jujur saya jadi ingin langsung masuk ke restauran “fishlicious” ini dan memesan satu porsi ikan batu atau goropa yang dibakar dengan olesan margarine atau madu.

“Maknyus,” kata Pak Bondan. Atau “Sungguh super,” kata Pak Mario. Kalau menurut Anda?

Bagaimana tanggapan Anda dengan kelima logo di atas? Suka, tidak suka atau ……. Entah apa jawab Anda, saya berharap semoga ada salah satunya yang bisa membuat Anda tersenyum bahagia. Amin. Insyaallah.

Artikel www.PengusahaMuslim.com

=========================

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Feb
07
2012
0

Cara Sederhana Berwirausaha

by Muhammad Nashiruddin Hasan on Tuesday, February 7, 2012 at 1:22pm

Menurut Anda bagaimana cara yang paling tepat berwirausaha ? Berikut adalah 3 langkah sederhana untuk berwirausaha:

Langkah 1: Bersiaplah. Bersiaplah untuk menjadi bos bagi diri sendiri. Tidak ada lagi yang mengatur jadwal Anda. Hadapilah dengan sukacita. Kalau pun Anda memulai bisnis karena salah satunya adalah karena lingkungan kerja Anda yang sebelumnya kurang mendukung (misal: bos yang tidak koperatif, rekan kerja yang seenaknya sendiri, kemacetan yang menghabiskan waktu berjam-jam usia Anda dll). Lupakan semua itu karena Anda akan memasuki dunia baru yang menyenangkan.Kalau selama ini Anda berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam,.. hadapilah kenyataan yang menyenangkan bahwa sebentar lagi semuanya akan berubah. Jam 10 pagi Anda bisa duduk-duduk di Mall, meeting sambil makan siang, bisa menjemput anak sekolah, dll.

Kalau Anda memulai berwirausaha dengan keadaan lingkungan kerja sebelumnya yang menyenangkan, misal: bos yang mendukung, teman-teman yang mendukung, keluarga mendukung.. Wow.. apalagi yang Anda butuhkan selain itu semua? Anda sudah mempunyai harta karun. Jagalah baik-baik karena Anda akan lebih membutuhkannya sebentar lagi. Bersiaplah karena Anda akan menghadapi kenyataan yang menyenangkan! Jadi kapan Anda memulai?

Kalau Anda tanya persiapan apa yang perlu dipersiapkan untuk berwirausaha saya sependapat dengan Bob Sadino,Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang dijalankan. Mengapa? Karena sesungguhnya Anda sudah tahu jawabannya bukan? Anda hanya ingin supaya ada ‘rasa aman’ dengan bertanya seperti itu. Selama ini Anda merasa aman dengan pekerjaan yang Anda jalani. Menerima gaji pada tanggal yang tetap, pekerjaan yang harus dilakukan sudah ada, tinggal dikerjakan, kalau pun ada kurang-kurangnya ya itu wajarlah, selama manusia masih bernafas, ia tidak akan merasa puas. jadi kalau Anda bertanya apa yang perlu dipersiapkan, jawaban dari saya adalah…

Tidak.. tidak..tidak.. saudara.. tidak ada hal baku yang perlu dipersiapkan. Tidak ada prosedur bakunya. tidak ada SOP-nya. Anda nanti yang harus membuat sendiri aturannya. Satu hal yang penting, kata DR bakmi H. Wahyu Saidi, MSc., gunakan 1/3 saja anggaran yang ada untuk memulai usaha jika Anda baru pertama kali memulainya. Sisanya gunakan untuk berjaga-jaga. Anda boleh percaya, boleh juga tidak lho..Asal tekad sudah bulat, hati sudah mantab, tancap maaang….

Langkah 2: Memulai. Mulailah berwirausaha sekarang juga. Kalau belum bisa 100% mulailah sedikit demi sedikit dahulu. Jangan karena sangat bersemangat kemudian Anda lupa menghitung resiko yang Anda ambil. Apalagi bila Anda habis menghadiri seminar. Wah..wah..wah.. Saran saya, jangan memulai bisnis ketika emosi Anda tidak stabil. Lebih jauh lagi, hindari mengambil keputusan saat emosi tidak stabil.

O iya, ini bukan dunia sinetron di mana ketika Anda mencapai kesuksesan atau akan memulai hal besar seperti ini akan ada musik pengiring yang mengiringi langkah-langkah yang Anda ambil. Bukan seperti iklan TV yang menceritakan entrepreneur sukses lho.. Tidak ada saudara.. this is real life bro..sis.. Enaknya adalah, kalau suatu saat di tengah perjalanan Anda menemui kesulitan – dan pasti akan Anda temui – tidak akan ada musik sedih yang mengiringi. Jadi maksudnya apa? Ya… semuanya netral-netral saja. Tergantung Anda sendiri mau memainkan musik yang mana di hati Anda. Be realistic.. and Be Brave.. kata Alexander the Great.. Tuhan bersama orang-orang yang berani.

Tanya Om, “kalau saya tidak punya Persiapan bagaimana? tapi saya pingin berwirausaha ?”Hmmm… good question… kata yang sering dipakai mantan bos saya dulu.Gini Bos… gitu aja kok repot.. Berarti ente cocoknya sama langkah yang berikutnya.

Langkah 3: Melangkah saja. Kadang-kadang kita perlu belajar dari anak-anak kecil. Inget gak dulu waktu kecil. Jatuh, nangis, terus… bangkit lagi. Berantem, nangis,… baikan lagi. Gak dibeliin mainan, nangis,.. diem lagi.Wooow it was a beatiful life, isn’t it? Jadilah anak kecil, jadilah seperti Anda yang dahulu. Anda yang begitu perkasa saat menjadi anak-anak. Anda yang tidak takut apa pun (kecuali paling sama gelap, hantu, tikus,.. hmm banyak juga ya hahaha..).

Melangkah sajalah bung, karena kalau diam, apa yang didapat? Apa yang di harap? seumur-umur perjalanan hidup manusia yang sudah berlangsung ribuan tahun, seingat saya Tuhan belum pernah lho menurunkan hujan emas kayak di film Indiana Jones. Perubahan tidak ada akan pernah terjadi. Tetapi kalau Anda melangkah, walaupun masa depan itu tidak pasti, berita gembiranya adalah segala sesuatunya mungkin terjadi lho! (ini kata Om Mario Teguh) Termasuk sukses besoaaar yang menanti. [Amin/quickstart]

Sumber: quickstart

Artikel www.PengusahaMuslim.com

=========================

Ingin jadi pengusaha muslim yang sukses dunia akhirat? Bergabunglah di milis Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia. Anda dapat memperkenalkan diri, bertukar pengalaman, berkonsultasi, bertukar informasi dan bekerjasama dengan Anggota milis lainnnya.

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Dec
20
2011
0

Bangkit dari Kegagalan

Bangkit kembali setelah bisnis anda gagal adalah hal yang berat. Beberapa kejadian yang membuat anda keluar jalur dengan mudah membuat anda tetap demikian, kecuali anda segera bangkit dan memperbaikinya. Bahkan orang yang paling optimispun kehilangan keyakinan, energi, dan minat. Dan ini terjadi pada kita. Seperti pertandingan tinju: jika anda roboh lebih dari hitungan sepuluh, anda kalah. Jadi hal terbaik yang anda lakukan adalah segera bangkit!

Pantang menyerah

Jika menyerah bukanlah pilihan, maka anda melakukan hal yang berbeda. Anda mencari pendekatan yang berbeda daripada mencari jalan keluar! Jika dipikiran anda sedikit saja terlintas pikiran anda bisa berhenti kapanpun anda mau, maka anda ditakdirkan gagal. Karena anda memiliki pilihan lain, maka setiap kali anda terjatuh, pikiran anda akan selalu melihat pilihan lainnya. Jadi hilangkan pilihan untuk menyerah

Kegagalan adalah hal yang wajar. Terimalah.

Saat anda belajar berjalan, beberapa kali pasti terjatuh/gagal. Anda bangkit dan mencobanya lagi. Akhirnya anda dapat berjalan tanpa kendala. Anda harus menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan. Saat anda terjatuh, langkah alami yang terjadi adalah bangkit. Kita belajar tumbuh dan menjadi lebih kuat dari kegagalan kita. Ketika anda belajar berjalan, dan anda tidak mau bangkit saat anda terjatuh, anda tidak mungkin berjalan saat ini.

Tip bangkit dari kegagalan bisnis:

* Kembali ke saat dimana anda merasa hebat!

Kembali ke saat dimana anda sangat antusias dengan ide bisnis anda. Ingat perasaan yang pernah anda rasakan. Daripada merenungi yang telah terjadi, pikirkan kembali hari-hari yang membuat anda bersemangat dan tidak dapat menunggu untuk segera memulai. Ini akan membantu anda untuk bangkit dan segera bergerak.

* Lihat hasil akhir.

Lihat lebih jauh kedepan daripada hari ini. Lihat tujuan anda jika benar-benar dijalankan. Luangkan beberapa menit untuk berpikir dan rasakan anda telah meraih tujuan anda. Simpan hal tersebut di dalam pikiran anda. Pikirkan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi orang lain dalam kehidupan anda. Pikirkan hal-hal baik yang akan terjadi karena keberhasilan anda.

* Sejenak pikirkan apa yang akan terjadi jika anda tidak segera bangkit.

Misalnya anda memiliki industri rumahan dan berjalan diluar harapan anda. Pikiran yang pertama kali terlintas adalah kembali ke pekerjaan lama. “Setidaknya saya aman disana”, begitu pemikiran anda. “Saya tidak memiliki tanggung-jawab yang besar, dan tidak banyak menggunakan waktu saya.”

Tapi, apa yang akan dipikirkan rekan kerja mengenai diri anda? Anda telah gagal mengambil langkah yang telah anda ambil. Apa yang ada di dalam pikiran teman-teman anda? Namun yang terpenting, apa yang anda pikirkan di sisa hidup anda? Bagaimana dengan kebebasan? Apakah menurut anda dengan kembali ke pekerjaan lama akan sama saja? Tidak demikian, karena anda kembali dari usaha yang gagal. Sekali lagi, bukan hal yang mudah bangkit dari kegagalan, namun tetap terpuruk akan lebih menyakitkan. Anda yang menentukan!

* Pikirkan orang-orang yang tidak seberuntung anda.

Anda lihat, banyak orang yang mungkin lebih terpuruk dari anda. Pernahkah anda menonton film Cinderella Man yang dibintangi Russell Crowe? Bercerita tentang James Braddock, seseorang yang awalnya kaya dan sukses, yang menjadi korban depresi. Dia bersedia menunggu di dok untuk mendapatkan pekerjaan beberapa jam agar dapat menghidupi keluarganya. Istrinya mengirim anak-anaknya ke orang tuanya sehingga mereka dapat hidup sedikit layak. Setiap kali saya menghadapi saat-saat yang berat, saya ingat film tersebut dan kembali mendapatkan motivasi dan lebih merasa bersyukur daripada mengeluh.

* Pikirkan seberapa kuat anda saat bangkit

Saat anda bangkit, anda telah menjadi orang yang lebih kuat, karena anda telah bangkit. Karena anda terus bangkit, maka semakin sulit jatuh. Anda berlatih untuk menjadi seorang fighter. Anda membangun harga diri, kemauan, dan kepribadian! Bangkit. Anda akan merasa baik-baik saja. Anda akan merasa bersyukur dimasa datang ketika anda menoleh kebelakang dan melihat perjalanan yang telah ditempuh.

* Membuat daftar kesuksesan anda

Buat daftar kesuksesan anda, tidak peduli kesuksesan besar atau kecil. Berikut tipnya. Jangan hanya mendata kesuksesan besar dalam hidup anda. Kesuksesan kecilpun membuat perbedaan. Kegagalan adalah bagian dari pencapaian kemajuan dan pertumbuhan. Kita gagal. Beberapa tetap gagal, dan ada yang segera bangkit. Semakin cepat anda bangkit, semakin baik dan semakin kuat anda dalam menghadapi kegagalan.

Oleh: Acey Gaspard

Sumber: http://www.leadershiparticles.net

Diterjemahkan oleh: Iin untuk pengusahamuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Dec
12
2011
0

Teperdaya Oleh Nikmat

Merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, banyak orang yang terlena dengan kenikmatan dunia. Di antara kenikmatan yang membuat banyak orang lupa akan jati diri dan tujuan hidupnya adalah nikmat kesehatan dan waktu luang. Terutama nikmat waktu, yang begitu banyak orang lalai memanfaatkannya dengan baik. Sehingga banyak sekali waktu mereka yang terbuang percuma, bahkan menjerumuskan mereka ke dalam jurang bahaya.

Duduk di depan televisi seharian pun tak terasa, terhenyak sekian lama di hadapan berita-berita terbaru yang disajikan media massa sudah biasa, dan berjubel-jubel memadati stadion selama berjam-jam untuk menyaksikan pertandingan sepak bola atau konser grup band idola pun rela. Aduhai, alangkah meruginya kita tatkala waktu kehidupan yang detik demi detik terus berjalan menuju gerbang kematian ini kita lalui dengan menimbun dosa dan menyibukkan diri dengan perbuatan yang sia-sia.

Saudaraku, ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ada dua buah nikmat yang kebanyakan orang terperdaya karenanya; yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari [6412] dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, lihat Fath al-Bari [11/258])

Saudaraku, sesungguhnya dunia ini merupakan ladang akhirat. Di dalam dunia ini terdapat sebuah perdagangan yang keuntungannya akan tampak jelas di akhirat kelak. Orang yang memanfaatkan waktu luang dan kesehatan tubuhnya dalam rangka menjalankan ketaatan kepada Allah, maka dialah orang yang beruntung. Adapun orang yang menyalahgunakan nikmat itu untuk bermaksiat kepada Allah maka dialah orang yang tertipu (lihat Fath al-Bari[11/259])

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam menetapi kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti layaknya orang yang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan jauh.” (HR. Bukhari [6416] dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, lihat Fath al-Bari [11/263])

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang yang lima: [1] Masa mudamu sebelum masa tuamu, [2] masa sehatmu sebelum sakitmu, [3] masa kayamu sebelum miskinmu, [4] waktu luangmu sebelum sibukmu, dan [5] hidupmu sebelum matimu.” (HR. al-Hakim dari Ibnu Abbasradhiallahu’anhuma, lihat Fath al-Bari [11/264], hadits ini disahihkan al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi, lihatJami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 486)

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah sekedar kesenangan sementara, dan sesungguhnya akherat itulah negeri tempat tinggal yang sebenarnya.” (QS. Ghafir: 39)

Ada seorang yang bertanya kepada Muhammad bin Wasi’, “Bagaimana keadaanmu pagi ini?”. Maka beliau menjawab, “Bagaimanakah menurutmu mengenai seorang yang melampaui tahapan perjalanan setiap harinya menuju alam akhirat?”. al-Hasan berkata, “Sesungguhnya dirimu adalah kumpulan perjalanan hari. Setiap kali hari berlalu, maka lenyaplah sebagian dari dirimu.” (lihat Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 482)

Sebagian orang bijak berkata, “Bagaimana bisa merasakan kegembiraan dengan dunia, orang yang perjalanan harinya menghancurkan bulannya, dan perjalanan bulan demi bulan menghancurkan tahun yang dilaluinya, serta perjalanan tahun demi tahun yang menghancurkan seluruh umurnya. Bagaimana bisa merasa gembira, orang yang umurnya menuntun dirinya menuju ajal, dan masa hidupnya menggiring dirinya menuju kematian.” (lihat Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 483)

Penulis: Ustadz Ari Wahyudi, S.Si
Artikel www.PengusahaMuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur,Mensucikan Hati |
Dec
12
2011
0

Setiap Orang Dapat Meraih Kesuksesan

Setiap orang dapat meraih kesuksesan. Namun, benarkah bahwa sikap, mental, bahkan motivasi kita selama ini sudah menuju ke arah kesuksesan? Jika belum, maka kesuksesan yang Anda impikan barulah isapan jempol semata. Menjadi sukses bukanlah seperti berjalan di taman yang indah.

Sukses adalah sebuah pilihan yang dapat Anda buat. Sukses adalah mengenai pilihan apa yang Anda inginkan dalam kehidupan dan mengambil langkah penting untuk mencapainya. Sukses tidak akan berhenti sampai Anda meraihnya! Diperlukan proses (baca: waktu dan kesempurnaan ikhtiar) yang tak singkat. Namun, jika Anda mengikuti beberapa panduan dan memiliki dedikasi untuk menjadi “sesuatu”, Anda memiliki peluang besar untuk menjadi orang sukses. Meski demikian, masing-masing individu memiliki definisi sukses yang berbeda.

Dua definisi sukses yang pertama, menurut kamus adalah “mendapatkan hasil yang memuaskan” dan “mencapai sesuatu yang diinginkan atau direncanakan”. Jadi, menjadi orang terkaya di dunia dapat dianggap sebagai keberhasilan bagi beberapa orang, namun tidak semuanya. Selama Anda berusaha keras untuk melakukan yang terbaik dan Anda mencapai tujuan ini, Anda telah berhasil. Lantas, bagaimana menjadi sukses?

Pertama: Anda harus memiliki tujuan dan rencana tertulis untuk memulainya, sehingga Anda tahu apa yang diinginkan. Plus, dengan menulis, Anda dapat membacanya berulang kali dan melihat apa yang Anda inginkan, serta menggunakannya sebagai motivator.

Kedua: Sabar untuk memulai. Ketahuilah, Anda tidak akan meraih keberhasilan dalam waktu yang singkat. Mungkin memerlukan waktu beberapa bulan atau bahkan tahunan. Terkadang, kerja keras Anda di awal, hanya mendapatkan hasil yang minim, Jika Anda tidak kuat, bukan mustahil, Anda akan dihinggapi keputusasaan. Namun, jika Anda mempertahankan kerja keras Anda, reward akan datang kemudian. Karenanya, sangatlah penting untuk berpikir besar namun realistis pada saat yang bersamaan. Sadari bahwa tidak ada titik dalam penetapan yang dapat diraih dengan mudah jika Anda membatasi kemampuan diri.

Ketiga: Buatlah rencana mingguan untuk memperkaya upaya Anda meraih keberhasilan. Ketika Anda gagal dan terpaku pada rencana, Anda telah gagal menjadi apa yang Anda inginkan. Dengan mengikuti rencana tertulis, Anda berutang pada diri Anda sendiri untuk menyelesaikannya.

Keempat: Fokus pada tujuan. Jangan sampai hal-hal sepele membuat Anda tertekan, sebab akan banyak perubahan dan hambatan, baik besar atau kecil yang mesti dihadapi. Dengan menyediakan waktu untuk fokus dan mendapatkan solusi yang rasional terhadap masalah, berarti Anda semakin dekat dengan keberhasilan. Untuk dapat melakukannya, Anda harus memiliki impian yang Anda inginkan. Hanya dengan memiliki mimpi yang jelas, Anda dapat memulai fokus. Fokuslah secara terus menerus, sehingga apa pun yang Anda lakukan, akan dikerjakan dengan impian dalam pikiran Anda. kemudian Anda dapat melangkah ke arah yang Anda impikan.

Kelima: Tetap positif dalam kerja keras. Sekali Anda menjadi orang yang berpikir negatif, Anda semakin dekat dengan menghentikan diri Anda sendiri. Satu-satunya jalan kegagalan adalah menyerah. “Kamu adalah apa yang kamu pikirkan.” Jika Anda percaya pada diri Anda dan yakin dengan kemampuan Anda, Anda akan menjadi orang yang demikian. Hiduplah seolah Anda adalah orang yang berhasil, seolah Anda telah mencapai sasaran yang dituju. Misalnya, ketika Anda mengendarai mobil, visualkan seperti apa mobil impian Anda dan lihat bahwa Anda mengendarainya. Visualkan Anda mengendarainya ke rumah impian Anda. Semakin Anda sering melakukannya, alam bawah sadar Anda akan berpikir bahwa Anda benar-benar sukses dan menggerakkan Anda ke arah tersebut. Keyakinan adalah katalis yang diperlukan impian dan keyakinan itu membantu mengubah fokus ke dalam rencana. Jangan pernah meremehkan kekuatan keyakinan. Keyakinan ditambah dengan emosi adalah kekuatan yang tidak terbendung!

Ada beberapa hal lain yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan, namun hal di atas adalah beberapa kunci pokoknya.

Disarikan dari www.pengusahamuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Dec
12
2011
0

Mari, Merenungi Kematian

Merenungi hidup, itu biasa. Tanpa siapa pun kita berusaha merenungi hidup, manusia diciptakan dengan fitrah kuat untuk memikirkan hidupnya. Karena itu, manusia dianggap sebagai makhluk atau ciptaan Allah yang selalu kepayahan.

Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah…” (QS. Al-Balad: 4).

Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapatkan kebaikan ia kikir..” (QS. Al-Ma’aarij: 19-21)

لاَ يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya…” (QS. Al-Hijr: 48).

Manusia begitu kepayahan, dan wujud kepayahan itu begitu terlihat nyata dalam kehidupan, hanya semata-mata karena ia memikirkan hidup. Diawali dengan bagaimana ia tetap bertahan hidup. Lalu berkembang, bagaimana ia bisa hidup dengan lebih baik dari sekarang. lalu berlanjut lagi, bagaimana ia bisa hidup enak. Selanjutnya, bagaimana ia bisa hidup enak dan mudah. Lalu bagaimana bisa hidup lebih enak dan lebih mudah lagi. Setelah itu, bagaimana ia bisa tetap bertahan hidup enak dan mudah. Dan seterusnya. Satu obsesi, melahirkan obsesi lain.

Maka kita sering mendengar sebuah pertanyaan klasik, “Apa obsesi dalam hidup ini yang belum Anda capai?”

Lalu, selalu saja kita mendapatkan jawaban yang nyaris sama persis dari yang ditanya, “Saya ingin seperti ini, begini, dan begitu…”

Padahal, yang ditanya kebanyakan justru orang yang sudah tampak seperti memiliki segalanya. Punya popularitas, punya uang, punya banyak teman, punya pekerjaan yahut sebagai mesin uangnya. Tapi, itulah proses memikirkan wujud yang disebut ‘hidup’.

Begitu besar obsesi manusia, dan begitu beragam dinamika dari obsesi tersebut, sehingga sedikit saja nyasar ke wilayah yang kurang dikehendaki, seseorang akan merasa kepayahan. Ia akan begitu menderita karenanya.

Ada orang yang kepayahan karena sulit bertahan hidup. Ada yang kepayahan karena tak bisa hidup enak. Ada yang merasa susah karena tak bisa hidup enak dengan mudah. Ada juga yang merasa begitu kepayahan karena sebagian dari rasa ‘enak’ dan rasa ‘mudah’ itu berkurang sedikit saja. Ata tidak berkurang, tapi ada orang dekat yang mencapainya dengan lebih mudah, dan merasakan yang lebih enak. Itulah, sebagian dari yang diisyaratkan oleh Alquran di atas, “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah…” (QS. Al-Balad; 4).

Bagitu payahnya kita memikirkan hidup, padahal hidup dan mati itu sama pastinya. Kita pasti hidup, karena inilah hidup itu. Tapi kitapun pasti akan mati. Sayangnya, kita begitu gigih memikirkan hidup yang pasti ini, namun teledor memikirkan kepastian yang lain, yaitu mati!!

Ya Rabbi! Betapa bodohnya kami. Begitu banyak hal tentang hidup, kita pelajari, kita amati, kita cermati dan kita nikmati sepuas hati. Tapi, berapa banyak hal tentang kematian yang telah kita ketahui? Sedikit saja.

Berapa banyak hal tentang kematian yang kita amati, kita resapi dan kita jadikan panduan menjalani hidup ini? untuk menyongsong datangnya kematian itu suatu hari? Nyaris tak pernah. Betapa mengenaskan.

Ketika kehidupan dunia yang begitu canggih seperti sekarang ini sudah menawarkan begitu banyak kenikmatan hidup bagi kita, saatnya kita berpikir tentang kematian. Saatnya kita menyisakan sebagian waktu kita, untuk merenungi, bagaimana kita akan mati….

Disalin dari buku Mati Tersenyum Esok Pagi, penerbit Shafa Publika
Artikel www.PengusahaMuslim.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |
Dec
12
2011
0

Jadilah Pekerja yang Baik, Jangan Mengemis

Islam menganjurkan kita agar mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Firman-Nya:

“Apabila telah sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah.” (Qs. al-Jum’ah: 10)

Bekerja mencari nafkah bukan hanya pekerjaan menyarakat awam, akan tetapi para Nabi juga bekerja. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan dia menggembala kambing.” Lalu ada sahabat berkata, “Apakah engkau juga?” beliau menjawab, “Iya, saya menggembala kambing dengan mendapatkan upah beberapa qiroth milik ahli Makkah.” (HR. Bukhori 3/115)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Nabi Zakariya adalah tukang kayu.” (HR. Muslim 7/103)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Nabi Dawud tidak makan melainkan dari hasil kerjanya sendiri.” (HR. Bukhori 3/74)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Sungguh salah seorang di antara kamu mencari kayu bakar diikat lalu diangkat di atas punggungnya lalu dijual, itu lebih baik daripada orang yang meminta-minta kepada orang lain, diberi atau ditolak.”

Orang yang mau bekerja, berarti dia menghormati dirinya dan agamanya. Jika mendapatkan rezeki melebihi kebutuhkannya, maka dia mampu mengeluarkan zakat, menunaikan haji dan membantu orang lain.

***

Sumber: Majalah al-Furqon edisi 1 th. ke-9 1430 dengan judul artikel rubrik Tafsir “Miskin Harta Kaya Hati” pada sub bab “Jadilah Pekerja yang Baik, Jangan Mengemis”

Diambil dari http://maramissetiawan.wordpress.com

Written by nashiruddin.hasan in: Entrepreneur |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker